Pentingnya Pembukuan Sederhana Bagi UMKM

0
172
views
sumber: google.co.id

Pembukuan sederhana yakni istilah yang familiar bagi para pengusaha. Setiap variasi bisnis, baik itu bisnis berskala kecil sampai besar betul-betul perlu untuk memahami pembuatan pembukuan keuangan, yakni pembukuan sederhana. Lazimnya, pembukuan sederhana terdiri dari seluruh laporan keuangan di suatu perusahaan. Bagi sebuah UMKM, pembukuan UMKM mempunyai sifat yang betul-betul krusial. Ini dikarenakan dari pembukuan UMKM, seorang pengusaha dapat memonitor atau memantau sejauh mana UMKM hal yang demikian dalam mendapatkan keuntungan, sebaik apa daya kerja UMKM hal yang demikian, sampai pengusaha dapat mengevaluasi sebaik apa kendali UMKM hal yang demikian kepada arus dana yang ada. Tak hanya itu saja, pengusaha akan gampang dalam mengevaluasi seberapa baik poin-poin aset, poin likuiditas, serta kesanggupan dalam menangani seluruh bentuk tanggung jawab kepada utang-piutang yang ada pada sebuah UMKM. Dalam pembukuan UMKM biasanya akan terasa lengkap jika berisi laporan keuangan seperti:

  1. Neraca.
  2. Laporan perubahan ekuitas.
  3. Laporan laba rugi yang komprehensif.
  4. Laporan posisi keuangan yang terdiri dari laporan arus kas atau laporan arus dana pada UMKM hal yang demikian.
  5. Laporan lainnya.
    Pembukuan UMKM yakni aspek yang betul-betul penting demi kemajuan sebuah UMKM hal yang demikian. Sebab pembukuan UMKM termasuk dalam pencatatan transaksi keuangan yang ada. Seandainya ingin membikin pembukuan UMKM, maka tak perlu mengerjakan pembukuan UMKM yang ribet dan menyulitkan. Sebab, pembukuan UMKM dapat diciptakan dengan pembukuan yang sederhana. Ada sebagian langkah gampang yang dapat dijalankan ketika ingin membikin pembukuan UMKM. Berikut ini langkah mudahnya:
  6. Melacak Faktur
    Sebelum melangkah lebih jauh, ada baiknya mengetahui apa itu faktur. Faktur yakni bukti pendorong untuk mengerjakan pembukuan dan laporan keuangan pada sebuah perusahaan termasuk UMKM. Seandainya faktur telat atau tak dibayarkan pantas jadwal, maka akan dapat mengganggu suatu aliran kas perusahaan. Implikasinya, UMKM tak dapat berjalan dengan lancar seperti sedia kala. Oleh sebab itu, jangan biarkan dan jangan sampai klien telat atau tak membayar ketika mendapatkan tagihan. Untuk memecahkan hal ini, UMKM dapat memberikan jatuh tempo kepada klien . sehingga jika tak memenuhi tenggat waktu yang telah ditentukan, maka klien akan dijatuhi pinalti atau denda yang dibebankan pada jumlah yang patut dibayarkan.
  7. Jangan Satukan Catatan Piutang dan Utang
    Seandainya ingin membikin pembukuan UMKM yang rapi dan tersusun, maka pisahkanlah catatan antara piutang dan utang. Sehingga, UMKM dapat terhindar dari manajemen buruk yang dapat menyebabkan UMKM hal yang demikian gagal untuk naik tahapan. Seandainya dana yang didepositokan oleh klien dan dana yang dipinjam dicampur atau disatukan, maka akan menimbulkan kebingungan. Seandainya hal ini dibiarkan secara terus menerus, akan membikin UMKM berada pada krisis keuangan. Sehingga, ada baiknya memisahkan catatan piutang dan utang. Ini akan membikin pelacakan data transaksi pada pembukuan UMKM menjadi lebih gampang.
  8. Menyimpan Seluruh Data Keuangan dan Transaksi Lainnya
    Sebab yang patut dan selalu diingat bahwa data keuangan dan transaksi yakni hal yang penting dan genting. Agar, jika ingin menjadi UMKM yang visioner maka patut telah menetapkan bahwa seluruh data dan dokumen dalam transaksi sehari-hari dapat disimpan dengan baik dan benar agar dapat digunakan sebagai rujukan pada masa yang akan datang. Agar mempunyai pembukuan UMKM dan membangun keuangan yang baik, maka patut dipastikan telah mempunyai pernyataan bank, laporan laba rugi, neraca, kuitansi, faktur, dan bukti transaksi lainnya. Sehingga, UMKM akan mempunyai pembukuan UMKM yang lebih baik meski sederhana.
  9. Sediakan Waktu Agar Pembukuan UMKM Telah diKaji
    Sebab menjadi rahasia lazim bahwa meninjau pembukuan keuangan secara rutin dan terprogram akan memberikan manfaat yang baik. Sebab, dapat mengetahui isu yang terupdate perihal keadaan suatu bisnis atau usaha. Sama halnya dengan UMKM. Seandainya rutin meninjau pembukuan UMKM maka UMKM akan sanggup mengelola arus kas, mengetahui pengeluaran mingguan yang terjadi serta isu mengenai faktur yang telah dikeluarkan oleh UMKM hal yang demikian. Tak stop disitu saja, dengan rutin meninjau pembukuan UMKM, maka selaku pemilik UMKM akan lebih gampang untuk melacak serta mengevaluasi pengeluaran dan pendapatan dengan memakai kartu kredit. Sebab, dengan sistem seperti itu catatan pengeluaran dapat tersimpan secara otomatis.
  10. Selain Software Akuntansi
    Memang telah banyak bisnis atau usaha memakai software akuntansi agar pembukuan dan laporan keuangan dapat tersusun dengan baik dan benar. Termasuk dalam pembuatan pembukuan UMKM betul-betul disarankan untuk memakai software akuntansi jika ingin membikin pembukuan UMKM hal yang demikian menjadi lebih gampang. Pun mempermudah dalam membikin pembukuan UMKM, dengan memakai software akuntansi, UMKM hal yang demikian akan lebih gampang dipantau secara realtime dan instan tentunya. Sebab, jurnal dan data transaksi UMKM dapat diakses dimanapun dan kapan saja hanya bermodalkan internet.
    Sebagai pemilik UMKM yang ingin memajukan UMKM, maka dengan mempunyai pembukuan UMKM yang baik dan tersusun dapat menjadi poin penting. Agar, dari pembukuan UMKM hal yang demikian lah dapat mengevaluasi dan meninjau telah sejauh mana UMKM hal yang demikian akan mendapatkan untung. Maka, jika pembukuan UMKM secara sederhana hal yang demikian tak dapat lakukan sebab kekurangan kekuatan atau karyawan. Profesi, tak ada salahnya untuk memakai sebagian jasa untuk membikin pembukuan UMKM. Seperti memakai jasa konsultan akuntansi atau konsultan bisnis. Sehingga, UMKM dapat lebih fokus dalam menjadikan target dan agenda yang telah diciptakan. menjadi lebih gampang tanpa patut berdaya upaya lebih ketika membikin pembukuan UMKM nantinya.

Sumber: trusvation.com