Pentingnya Pembukuan Sederhana Bagi UMKM

0
139
views
sumber: google.co.id

Pembukuan sederhana ialah istilah yang familiar bagi para pengusaha. Tiap-tiap tipe bisnis, bagus itu bisnis berskala kecil hingga besar betul-betul perlu untuk memahami pembuatan pembukuan keuangan, ialah pembukuan sederhana. Biasanya, pembukuan sederhana terdiri dari segala laporan keuangan di suatu perusahaan. Bagi sebuah UMKM, pembukuan UMKM juga mempunyai sifat yang betul-betul krusial. Ini dikarenakan dari pembukuan UMKM, seorang pengusaha dapat memonitor atau memantau sejauh mana UMKM tersebut dalam menerima keuntungan, sebaik apa daya kerja UMKM tersebut, hingga pengusaha dapat mengevaluasi sebaik apa kendali UMKM tersebut kepada arus dana yang ada. Tak cuma itu saja, pengusaha akan gampang dalam mengevaluasi seberapa bagus nilai-nilai aset, nilai likuiditas, serta kesanggupan dalam menangani segala bentuk tanggung jawab kepada utang-piutang yang ada pada sebuah UMKM. Dalam pembukuan UMKM umumnya akan terasa komplit seandainya berisi laporan keuangan seperti:

  1. Neraca.
  2. Laporan perubahan ekuitas.
  3. Laporan laba rugi yang komprehensif.
  4. Laporan posisi keuangan yang terdiri dari laporan arus kas atau laporan arus dana pada UMKM tersebut.
  5. Laporan lainnya.
    Pembukuan UMKM ialah aspek yang betul-betul penting demi kemajuan sebuah UMKM tersebut. Sebab pembukuan UMKM termasuk dalam pencatatan transaksi keuangan yang ada. Sekiranya berharap membuat pembukuan, maka tidak perlu menjalankan pembukuan yang ribet dan menyulitkan. Sebab, pembukuan dapat dihasilkan dengan sistem yang sederhana. Ada sebagian langkah gampang yang dapat dilaksanakan ketika berharap membuat pembukuan. Berikut ini langkah mudahnya:
  6. Melacak Faktur
    Sebelum melangkah lebih jauh, ada bagusnya mengetahui apa itu faktur. Faktur ialah bukti penyokong untuk menjalankan pembukuan dan laporan keuangan pada sebuah perusahaan termasuk UMKM. Sekiranya faktur telat atau tidak dibayarkan pantas jadwal, maka akan dapat mengganggu suatu aliran kas perusahaan. Implikasinya, UMKM tidak dapat berjalan dengan lancar seperti sedia kala. Oleh sebab itu, jangan biarkan dan jangan hingga klien telat atau tidak membayar ketika menerima tagihan. Untuk menyelesaikan hal ini, memberikan jatuh tempo kepada klien dapat menjadi solusi. Sehingga seandainya klien tidak memenuhi tenggat waktu yang sudah ditetapkan, maka akan dijatuhi pinalti atau denda yang dibebankan pada jumlah yang seharusnya dibayarkan.
  7. Jangan Satukan Catatan Piutang dan Utang
    Sekiranya berharap membuat pembukuan UMKM yang rapi dan tersusun, maka pisahkanlah catatan antara piutang dan utang. Sehingga, UMKM dapat terhindar dari manajemen buruk yang dapat menyebabkan UMKM gagal untuk naik level. Sekiranya dana yang didepositokan oleh klien dan dana yang dipinjam dicampur atau disatukan, maka akan menimbulkan kebingungan. Sekiranya hal ini diizinkan secara terus menerus, akan membuat UMKM berada pada krisis keuangan. Sehingga, ada bagusnya memisahkan catatan piutang dan utang. Ini akan membuat pelacakan data transaksi pada pembukuan UMKM menjadi lebih gampang.
  8. Menyimpan Seluruh Data Keuangan dan Transaksi Lainnya
    Sebab yang seharusnya dan selalu diingat bahwa data keuangan dan transaksi ialah hal yang penting dan genting. Agar, seandainya berharap menjadi UMKM yang visioner maka seharusnya sudah memutuskan bahwa segala data dan dokumen dalam transaksi sehari-hari dapat disimpan dengan bagus dan benar supaya dapat diterapkan sebagai acuan pada masa yang akan datang. Agar mempunyai pembukuan UMKM dan membangun keuangan yang bagus, maka seharusnya dipastikan sudah mempunyai pernyataan bank, laporan laba rugi, neraca, kuitansi, faktur, dan bukti transaksi lainnya. Sehingga, UMKM akan mempunyai pembukuan dan laporan keuangan yang lebih bagus meski sederhana.
  9. Sediakan Waktu Agar Pembukuan UMKM Sudah diKaji
    Sebab menjadi rahasia awam bahwa meninjau pembukuan keuangan secara rutin dan terjadwal akan memberikan manfaat yang bagus. Sebab, dapat mengetahui kabar yang terupdate tentang situasi suatu bisnis atau usaha. Sama halnya dengan UMKM. Sekiranya rutin meninjau pembukuan UMKM maka UMKM akan cakap mengelola arus kas, mengetahui pengeluaran mingguan yang terjadi serta kabar mengenai faktur yang sudah dikeluarkan oleh UMKM tersebut. Tak berhenti disitu saja, dengan rutin meninjau pembukuan dan laporan keuangan, maka selaku pemilik UMKM akan lebih gampang untuk melacak serta mengevaluasi pengeluaran dan pendapatan dengan menggunakan kartu kredit. Sebab, dengan sistem seperti itu catatan pengeluaran dapat tersimpan secara otomatis.
  10. Kecuali Software Akuntansi
    Memang sudah banyak bisnis atau usaha menggunakan software akuntansi supaya pembukuan dan laporan keuangan dapat tersusun dengan bagus dan benar. Termasuk dalam pembuatan pembukuan betul-betul dianjurkan untuk menggunakan software akuntansi seandainya berharap membuat pembukuan UMKM tersebut menjadi lebih gampang. Malahan memudahkan dalam membuat pembukuan, dengan menggunakan software akuntansi, UMKM akan lebih gampang dipantau secara realtime dan instan tentunya. Sebab, jurnal dan data transaksi dapat diakses dimanapun dan kapanpun cuma bermodalkan dunia maya.
    Sebagai pemilik UMKM yang berharap memajukan UMKM, maka dengan mempunyai pembukuan dan laporan keuangan yang bagus dan tersusun dapat menjadi nilai penting. Agar, dari pembukuan tersebut lah dapat mengevaluasi dan meninjau sudah sejauh mana UMKM tersebut akan menerima untung. Maka, seandainya pembukuan UMKM secara sederhana tersebut tidak dapat lakukan sebab kekurangan tenaga atau karyawan. Pekerjaan, tidak ada salahnya untuk menggunakan sebagian jasa untuk membuat pembukuan atau laporan keuangan. Seperti menggunakan jasa konsultan akuntansi atau konsultan bisnis. Sehingga, UMKM dapat lebih konsentrasi dalam menghasilkan target dan agenda yang sudah dihasilkan. menjadi lebih gampang tanpa seharusnya berpikir lebih ketika membuat pembukuan UMKM nantinya.

Sumber: trusvation.com