Cara Pembuatan Pembukuan UMKM Sederhana dan Mudah

0
122
views
sumber: google.co.id

Sebuah catatan keuangan usaha UMKM yang bagus akan terlihat dari pembukuan UMKM tiap bulannya. Bisnis kecil atau menengah seperti UMKM juga semestinya memiliki catatan pembukuan. Tidak seperti pembukuan di perusahaan-perusahaan besar, Anda dapat membuat pembukuan yang simpel untuk UMKM ini.
Cara Pembuatan Pembukuan UMKM Simpel dan Mudah

  1. Melacak Faktur
    Salah satu tahap di dalam membuat pembukuan simpel untuk UMKM dapat diawali dengan melacak faktur secara khusus dulu. Faktur ini akan menjadi bukti penyokong di dalam pembukuan dan laporan keuangan. Karena faktur yang tidak atau terlambat dibayar akan mengganggu aliran kas yang ada di perusahaan.
    Karenanya jangan biarkan klien terlambat membayar tagihan, dan pastikan mereka telah membayar tagihan sebelumnya bila berkeinginan mengambil barang baru. Buat jatuh tempo yang cukup untuk pembayaran tagihan dari klien hal yang demikian.
  2. Simpan Semua Catatan dan Bukti Pensupport Lainnya
    Catatan keuangan dan juga bukti penyokong lainnya juga menjadi hal yang penting. Pastikan seluruh dokumen yang dipakai dalam transaksi disimpan dengan bagus, untuk referensi di masa mendatang.
    Anda dapat melihatnya di model pembukuan UMKM secara biasa. Di dalam catatan keuangan hal yang demikian sebaiknya ada pernyataan bank, neraca, faktur, laporan laba rugi, neraca, dan sebagainya.
  3. Memisahkan Catatan Piutang dan Utang
    Langkah berikutnya dalam membuat pembukuan untuk bisnis UMKM yaitu dengan memisahkan catatan antara piutang dengan utang. Suatu manajemen keuangan yang buruk akan menjadi penyebab kegagalan suatu bisnis. Percampuran keuangan antara uang yang dipinjamkan dengan uang yang didepositokan klien akan membuat bingung.
    Selain itu, bila hal itu diperkenankan maka akan menjadi sebuah krisis keuangan yang buruk. Karenanya pisahkan kedua catatan hal yang demikian agar Anda akan lebih mudah mencari dikala membutuhkan catatannya. Menganalisis ini juga membuat Anda mengenal apa saja yang menjadi dimiliki secara pribadi atau milik bisnis itu sendiri.
  4. Mengalokasikan Waktu untuk Padahal Pembukuan dengan Rutin
    Salah satu kendala di pembukuan UMKM yaitu tidak adanya peninjauan pada pembukuan itu sendiri. Supaya peninjauan yang rutin akan membuat Anda selalu memperbaharui bisnis dan mendapat berita. Karenanya Anda dapat mengelola kas, dan mengenal berapa jumlah pengeluaran per minggunya.
    Menganalisis itu juga akan menolong Anda dalam memantau, mengenal, serta mengevaluasi pengeluaran/pendapatan atau situasi sulit apa yang terjadi. Salah satu metode untuk menjalankan itu yaitu dengan melacak pengeluaran dan pendapatan dari kartu kredit.
    Karenanya simpanlah secara otomatis catatan pengeluaran hal yang demikian dengan benar. pertanda terimanya hilang maka Anda masih dapat memandang pembukuan yang telah dijadikan.
    Untuk lebih mudahnya lagi, gunakan aplikasi dalam membuat pembukuan sehingga dapat dijalankan memakai komputer. Pembukuan UMKM ini dapat dijalankan dengan metode apa malahan, apalagi ditunjang dengan canggihnya teknologi yang ada dikala ini. diperlukan maka Anda dapat memakai layanan dari Trusvation untuk menjalankannya.

Sumber: trusvation.com