Bikin Baper! Ini Dia 3 Kisah Nyata Cinta yang Tak Sampai

0
500
views
sumber: google.co.id

Kisah kongkrit beri tidak hingga memang terdengar sungguh-sungguh menyedihkan. Cinta yakni sebuah rasa yang mempunyai banyak sekali makna. Absensinya bisa mendatangkan kebahagiaan. Tapi cinta juga bisa mewujudkan rongga di dalam hati. Akan berbahagia pasti ketika bisa merengkuh cinta seutuhnya. Tapi akan sungguh-sungguh menyakitkan ketika mencintai seseorang tetapi tidak sempat membuatnya tahu perihal perasaan itu.
Kumpulan kisah kongkrit beri tidak hingga
Kehidupan cinta memang tak jarang berjalan tidak cocok dengan harapan. Cinta yakni rasa yang bila tidak dijaga dengan bagus justru bisa merusak batin. Seperti halnya cinta yang tidak hingga. Berikut ialah sebagian cerita cinta tidak hingga yang mengharukan di dunia kongkrit:
1. Chairil Anwar dan Dien Tamaela
Nama Chairil Anwar tentunya telah tidak asing lagi di alat pendengaran. Hal ini berkat karya-karya puisinya yang sberani dan menarik perhatian. Dari sekian banyak karya puisi yang dilahirkan Chairil, salah satu di antaranya berjudul “Cerita Untuk Dien Tamaela”.
Dien Tamaela ialah gadis Palembang dari pasangan Mien Jacomina dan dr. Lodwijk. Berdasarkan para saudara dan sahabat dekat mereka. Chairil dan Dien sempat berpacaran. Chairil jatuh hati pada Dien sebab kelihaiannya bermain piano dan paras wajahnya yang menawan. Latar belakang dan karakter Dien dan Chairil sungguh berbeda jauh. Tampilan Chairil lebih ke arah urakan dan kurus kering.
Sebab inilah relasi mereka disangkal oleh keluarga Dien. Karena perpisahan mereka juga dikarenakan perbedaan keyakinan antara keduanya. Rasa cinta dan kehilangan Chairil atas Dien dicurahkan lewat puisi ciptaannya. Chairil menikah dengan Hapsah Wiriaredja seorang gadis Sukabumi. Tapi sesudah dikarunia seorang putri, dua tahun kemudian mereka berpisah. Meski Dien meninggal di umur muda ialah 24 tahun sebab TBC. Setahun setelahnya, Chairil yang berusia 26 tahun juga tidak kuasa membendung kehidupan dan dia malah meninggal dengan penyebab yang sama ialah TBC.
2. Widodo Suwardjo dan Widari Soewahyo
Kisah berikutnya berasal dari Widodo Suwardjo seorang pemuda tahun 60-an yang lahir tanggal 2 September 1940. Dia menjalin relasi istimewa kepada Widari Soewahyo yang yakni si kecil perempuan sulung dari salah satu pemilih perusahaan milik negara. Kisah keduanya bermula semenjak Widodo sukses menuntaskan Pengajaran di fakultas Teknik UGM. Dia kemudian dikirim ke Moskow Rusia untuk melanjutnya pengajarannya tepatnya di tahun 1959.
Sebelum berangkat mereka berdua sempat bertunangan dan bersepakat untuk konsisten loyal. Mulanya segala berjalan normal, bagus Widari dan Widodo senantiasa berkirim surat dan telepon. Sayangnya, secara mengagetkan kewarganegaraannya tiba-tiba dicabut dengan alasan Widodo berada di pihak Soekarno dan menuntut ilmu di negara komunis. Semenjak ketika itu, Widodo menjadi tidak kapabel mengirim surat atau bertelepon pada Widari lagi.
Widari malah menikah dengan pria bernama Wiwoho. Hingga pada pemerintahan Gus Dur, Widodo menerima kembali status WNI-nya. Sekembalinya di Indonesia, Widodo menemui Widari yang statusnya telah menjadi istri orang. Mereka mendiskusikan isu satu sama lain. Dan mereka lebih memilih untuk berteman hingga kini. Widodo menetapkan untuk tak menikah.
3. Putri Margaret dan Peter Townsend
Kisah perjalanan cinta yang mengharukan juga terjadi di negara lain ialah antara Putri Margaret dan Peter Townsend. Putri Margaret ialah adik dari ratu Elizabet II dan Peter Townsend ialah penanggungjawab rumah tangga kerajaan yang sudah bercerai. Keduanya tidak dapat bersatu sebab tata tertib gereja tak mengijinkan seseorang yang telah bercerai untuk menikah lagi. Beragam sistem sudah dicapai pihak kerajaan untuk menyatukan mereka tetapi tata tertib hal yang demikian konsisten tidak dapat dilanggar. Sampai hasilnya Putri Margaret mendeklarasikan diri untuk tak akan menikahi Patar Townsend.
Demikianlah sebagian kisah kongkrit beri tidak hingga yang pernah terjadi. Tiap insan memang tidak akan pernah mengenal apa yang akan terjadi esok. Biarlah itu menjadi rahasia. terutama, percayalah bahwa roda kehidupan itu terus berputar.

 

Sumber: tipsmoveon.com