Keindahan Wisata Rohani Di Larantuka Flores Bagi Umat Kristiani

0
196
views
sumber: google.co.id

Wisata rohani di Larantuka Flores mungkin belum cukup familier terutama bagi mereka yang tinggal dari peradaban warga Nusa Tenggara Timur. Karena NTT diketahui lebih luas dengan Pulau Komodo, Maumere, Pulau Sumba dan lainnya. Keadaan hal yang demikian wajar, karena hampir sebagian besar daerah tamasya di NTT merupakan tamasya pantai dengan gugusan pulau nan menawan. Namun, tak ada salahnya menggali potensi tamasya yang baru ketika ke Flores merupakan dengan mengunjungi Larantuka.
Tenaga tarik tamasya rohani di Larantuka Flores
Tidak jauh dari Desa Lembata kita dapat menemukan Larantuka yang masih menjadi komponen dari Kabupaten Flores Timur. Tempat ini diketahui di NTT sebagai daerah tamasya rohani, daerah yang betul-betul pantas sekali terutama bagi pemeluk agama Katolik yang berharap menambah wawasan dan pengetahuan rohani mereka:

  1. Perayaan Paskah
    Di Larantuka konon terdapat kerajaan yang memiliki tradisi keagamaan. Kerajaan hal yang demikian bukan bercorak Hindu, Budha atau Islam tetapi kerajaan yang betul-betul identik dengan ajaran katolik. Di mana ada sebagian tradisi keagamaan yang masih dilestarikan sampai ketika ini. Salah satunya merupakan Semana Santa atau hari perayaan paskah.
    Festival perayaan paskah di Larantuka betul-betul semarak karena hampir segala warga yang beragama Katolik ikut serta serta. Tidak heran seandainya kota tamasya Flores Timur ini menjadi salah satu destinasi tamasya religi dari turis asing dan dalam negeri. Mereka sengaja datang untuk menerima pengalaman spiritual.
    Tidak sedikit pula wisatawan yang sengaja menjejakkan kaki mereka ke Udara Gewayantana yang diketahui sebagai pintu masuk ke Larantuka. Mereka sengaja datang untuk meliput hari paskah di Larantuka pun sebagian wisatawan rela mencari penginapan dari jauh hari.
  2. Pelaksanaan Minuman-arakan Laut
    Kecuali menawarkan tradisi perayaan paskah yang unik dan semarak, Larantuka ikut serta melestarikan tradisi kebangkitan Yesus. Mereka juga masih menganut tradisi trewa pun melakukan arak-arakan laut. Semua tradisi hal yang demikian, betul-betul jarang ada di kota lainnya. Para pendatang yang berharap merasakan tradisi religi dari ikon kota Larantuka setidaknya harus merasakan atau ikut serta sebagai peserta dari salah satu tradisi yang ada di sini.
    Jikalau masih memiliki waktu untuk tamasya, karenanya jangan lewatkan kesempatan mengunjungi 3 kapel utama. Di dalamnya terdapat sejumlah patung yang konon sudah ada semenjak ratusan abad lalu. Setidaknya, para pengunjung dapat mengamati arca dari Bunda Maria, Yesus pun bayi Yesus.
    Mengunjungi Larantuka dapat menjadi salah satu kesempatan sesudah puas berlibur ke Pulau Komodo atau pulau lainnya. Supaya tak salah pilih waktu, pastikan kunjungi daerah tamasya Larantuka ini di Minggu paskah, Jumat agung, Sabtu sunyi, Kamis suci dan Rabu trewa.
    Semoga berita perihal tamasya rohani di Larantuka Flores dapat menambah wawasan kita perihal daerah-daerah tamasya rohani Katolik terbaik. Pastikan datang dan lihat sendiri tradisi tamasya rohaninya.

Sumber: hariliburnasional.com